Facebook Twitter In
Flag

MESSAGE FROM BOD

 

Perekonomian Indonesia

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2018 tercatat tumbuh 5,17% (data : Badan Pusat Statistik). Nilai tersebut naik tipis jika dibandingkan pertumbuhan tahun 2017 yang sebesar 5,07%. Konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 5,08% dan masih menjadi penyumbang terbesar terhadap keseluruhan komponen pertumbuhan ekonomi yaitu sebesar 55,74%. Tingkat inflasi tetap terkendali hingga akhir 2018 dan berada dalam kisaran sasaran 3,5±1%. Secara tahunan inflasi berada dalam kisaran sasarannya selama empat tahun terakhir. Dari sisi valuta asing, kebijakan normalisasi moneter oleh The Fed berimbas pada semua mata uang negara di dunia, terlebih pada negara-negara berkembang. Ditambah dengan kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat, membuat nilai tukar Rupiah terus terdepresi sepanjang tahun lalu. Hingga akhir Desember 2018, Rupiah tercatat terdepresiasi mencapai 6,9%.

 

Prospek Usaha

Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2019 tetap baik yaitu pada kisaran 5,0-5,4% yang ditopang oleh permintaan domestik yang masih terjaga dan membaiknya ekspor. Selain itu, jumlah penduduk usia produktif di Indonesia yang terus bertambah diharapkan dapat memperkuat konsumsi dalam negeri, khususnya konsumsi produk kosmetik dan personal care. Menurut data BPS, Indonesia saat ini didominasi oleh kelompok usia produktif yakni antara 15-49 tahun yang mencapai 67,26% dari total populasi. Hal tersebut menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki potensi pasar yang besar bagi produk personal care pria maupun wanita.

Perseroan memiliki segmen usaha utama yaitu kosmetika. Informasi mengenai produk kosmetika yang digunakan untuk tujuan pelaporan manajemen dalam laporan keuangan terbagi menjadi produk perawatan rambut, perawatan kulit & rias, wangiwangian, dan lain-lain. Di tahun 2018, pertumbuhan penjualan terbesar dicatatkan oleh produk perawatan kulit dan rias yang tumbuh sebesar 7,1% dibanding tahun 2017 yaitu dari Rp 906,98 miliar menjadi Rp 971,26 miliar. Sementara itu baik perawatan rambut maupun wangi-wangian masing-masing turun 9,7% dan 7,1%.

Aset

Pada akhir tahun 2018 jumlah aset tercatat sebesar Rp 2,45 triliun, meningkat 3,5% dari Rp 2,36 triliun pada akhir tahun 2017.

Liabilitas

Jumlah liabilitas pada akhir tahun 2018 sebesar Rp 472,68 miliar, menurun 6,1% dari Rp 503,48 miliar pada akhir tahun 2017.

Ekuitas

Pada akhir tahun 2018 jumlah ekuitas tercatat sebesar Rp 1,97 triliun, meningkat 6,1% dari Rp 1,86 triliun di tahun 2017.

Penjualan, Beban, Laba, Pendapatan Komprehensif Lain dan Total Laba Komprehensif

Penjualan tahun 2018 tercatat sebesar Rp 2,65 triliun, menurun 2,1% dibandingkan tahun 2017. Rasio beban pokok penjualan terhadap penjualan tercatat 63,6%, naik dari 62,8% di tahun 2017. Di sisi lain, rasio laba bersih terhadap penjualan adalah sebesar 6,5%. Laba bersih tercatat sebesar Rp 173,05 miliar, menurun 3,4% dibandingkan tahun 2017. Penghasilan komprehensif lain diperoleh dari keuntungan aktuarial atas kewajiban manfaat pasti dan laba/rugi nilai wajar aset keuangan tersedia untuk dijual. Dengan demikian, total laba komprehensif tahun 2018 tercatat sebesar Rp 196,57 miliar dan laba per saham menjadi Rp 861/saham.

Arus Kas

Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi pada tahun 2018 tercatat sebesar Rp 193,37 miliar, menurun 46,8% dari Rp 363,71 miliar di tahun 2017.

Kemampuan Membayar Utang & Tingkat Kolektabilitas Piutang

Kemampuan membayar utang dihitung melalui perhitungan rasio utang Debt to Equity Ratio dengan membagi jumlah liabilitas dengan jumlah ekuitas yaitu Rp 472,68 miliar/Rp 1,97 triliun dan diperoleh angka rasio 24,0%. Hasil perhitungan menunjukan secara umum Perseroan mampu membayar utangnya 4,2 kali lipat atas ekuitas yang dimiliki oleh Perseroan. Rata-rata masa pembayaran utang di tahun 2018 adalah 20 hari.

Tingkat kolektabilitas piutang dihitung melalui perhitungan rasio piutang yaitu dengan membagi piutang usaha dengan nilai penjualan per hari (365 hari) yaitu Rp 387,20 miliar/Rp 7,26 miliar dan diperoleh angka 53 hari. Hasil perhitungan tersebut merupakan jumlah hari yang menunjukkan rasio perputaran piutang Perseroan secara rata-rata.

Ikatan Material untuk Investasi Barang Modal

Tidak ada ikatan material untuk investasi barang modal di tahun 2018.

Investasi Barang Modal

Investasi barang modal di tahun 2018 dilakukan pada Mesin dan Peralatan, Bangunan dan Pengembangan, Kendaraan Bermotor dan yang lainnya. Tujuan investasi tersebut adalah untuk mendukung peningkatan kapasitas dan optimalisasi produksi. Nilai investasi barang modal selama tahun 2018 adalah sebesar Rp 184,95 miliar.

Fakta Material yang Terjadi setelah Tanggal Laporan Akuntan

  1. Pada tanggal 25 Januari 2019, Perseroan menerima Surat Ketetapan Pajak/Surat Tagihan Pajak No. SP-44/WJP.19/ KP.0203/2019 untuk Tahun Pajak 2014 dengan total kurang bayar sebesar Rp 20.235.572.361. Dalam hal ini, Perusahaan akan mengajukan keberatan ke Direktorat Jendral Pajak paling lambat di bulan April 2019.
  2. Pada Januari 2019, Mandom Corporation, Jepang melakukan aktivitas pembelian saham sehingga kepemilikan saham Mandom Corporation, Jepang meningkat menjadi 126.278.585 lembar.

Penjualan Domestik

Tahun 2018 merupakan tahun yang penuh tantangan tidak hanya bagi industri consumer goods tapi juga Perseroan. Pengeluaran konsumsi rumah tangga masih mencatatkan pertumbuhan yang positif, namun tampaknya pola konsumsi konsumen memperlihatkan adanya tren perubahan. Dapat dikatakan bahwa pola konsumsi konsumen berubah dari konsumsi barang menjadi konsumsi kualitas hidup seperti pendidikan dan kesehatan serta konsumsi pengalaman hidup seperti liburan/wisata. Hal tersebut cukup berdampak terhadap kinerja penjualan Perseroan dalam negeri yang tercatat sebesar Rp 1,95 triliun atau turun sebesar 5,6% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Namun demikian, Perseroan percaya kedepannya pasar domestik akan terus tumbuh seiring dengan pertumbuhan penduduk khususnya pertumbuhan penduduk pada usia produktif. Oleh karenanya, Perseroan akan terus berupaya menghadirkan produk-produk terbaik yang sesuai dengan kebutuhan konsumen yang dinamis, dan memastikan agar produk Perseroan dapat dengan mudah dijangkau oleh masyarakat Indonesia.

 

Penjulan Internasional

Total penjualan ekspor di tahun 2018 adalah sebesar Rp. 697,99 miliar atau naik sekitar 9,0% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Penguatan nilai tukar Dolar Amerika Serikat maupun Yen Jepang terhadap Rupiah menjadi faktor positif yang berpengaruh terhadap hasil penjualan ekspor di tahun 2018.

Di tahun 2019, Perseroan akan lebih aktif memperkenalkan produk-produk yang telah diterima dengan baik di pasar Indonesia ataupun di beberapa negara tujuan ekspor lain, tentunya dengan memperhatikan keinginan dan kebutuhan konsumen di masing-masing negara.

 

PENGEMBANGAN PRODUK BARU

Memegang teguh filosofi “Only One”, Perseroan senantiasa berupaya untuk menciptakan produk yang dapat memberikan inspirasi dan kesan bagi kehidupan konsumen yang dinamis. Oleh karenanya, sepanjang tahun 2018 Perseroan telah meluncurkan sejumlah produk baru untuk beberapa kategori, mulai dari hairstyling, decorative dan base makeup, hingga skin care. Total produk baru dan renewal yang telah diluncurkan Perseroan sepanjang tahun 2018 untuk pasar domestik sebanyak 104 SKU.

Kebijakan dividen Perseroan setiap tahunnya diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham berdasarkan pertimbangan nilai laba bersih, kondisi keuangan Perseroan, serta rencana investasi dan pengembangan yang akan dilakukan Perseroan. Kebijakan dividen Perseroan untuk dividen tahun buku 2018 adalah membagikan dividensebesar Rp 420 per saham dengan pay out ratio 48,8% dari laba bersih. Rasio ini lebih besar dibandingkan dengan rasio tahun 2017 yang sebesar 46,0% dari laba bersih.

Perseroan akan mengusulkan pembagian dividen sesuai kebijakan tersebut pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2018.Nilai dividen selama 2 tahun terakhir:

TAHUN BUKU TANGGAL PEMBAYARAN DIVIDEN DIVIDEN PER SAHAM (RP) JUMLAH SAHAM YANG DIKELUARKAN NILAI DIVIDEN (RP JUTA) LABA BERSIH (RP JUTA) DIVIDEN TERHADAP LABA BERSIH SETELAH PAJAK (%)
 
2016 24 Mei 2017

410

201.066.667 82.437 162.060 50,9
2017 22 Mei 2018 410 201.066.667 82.437 179.126 46,0
2018 22 Mei 2019

420

201.066.667 84.448 173.049 48,8 

 

Tahun 2019 merupakan tahun ketiga yang juga merupakan tahun terakhir dari periode Rencana Manajemen Menengah 3-Tahun yang ke-5 (MID-5). Dalam periode ini, Perseroan menetapkan “Challenge, Change, Innovation” sebagai tema dari strategi bisnis Perseroan. “Challenge, Change, Innovation” merupakan salah satu dari 5 (lima) prinsip Mandom Group. Dengan melihat kondisi pasar yang semakin penuh dengan tantangan, melalui tema ini, Perseroan akan berusaha untuk senantiasa siap menghadapi tantangan demi perubahan dan inovasi yang akan mendukung keberlangsungan hidup Perseroan dan orang-orang didalamnya di masa depan dengan target pertumbuhan penjualan 5-10%.

Sementara itu, dari segi permodalan, Perseroan akan tetap menggunakan kas internal dalam melakukan pengembangan bisnis. Dalam hal kebijakan dividen, Perseroan akan menyesuaikan kebijakan dividen dengan kondisi keuangan dan juga rencana pengembangan bisnis Perseroan.