Facebook Twitter In
Flag

MESSAGE FROM BOD

 

Perekonomian Indonesia

Meskipun masih dihadapkan dengan berbagai tantangan ekonomi baik dari dalam maupun luar negeri, perekonomian Indonesia di tahun 2016 mulai menunjukkan perbaikan dibandingkan dengan tahun 2015 meskipun masih terbatas. Harga komoditas yang mulai bergerak naik ditambah dengan inflasi tahun 2016 yang mencatat rekor terendah selama satu dekade di level 3,02% (Data : Badan Pusat Statistik) membuat daya beli masyarakat terjaga. Hal tersebut tercermin dari hasil survei Bank Indonesia dimana secara kuartalan rata-rata Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) pada kuartal IV/2016 tercatat sebesar 116,0 atau lebih tinggi baik dibandingkan dengan nilai 112,5 pada kuartal sebelumnya maupun dengan 103,5 pada periode yang sama tahun 2015.

Pertumbuhan ekonomi yang terkendali dan adanya beberapa kebijakan pemerintah seperti upaya stabilisasi harga beras serta perluasan penerimaan program bantuan sosial berdampak positif pada turunnya tingkat kemiskinan di Indonesia. Tingkat kemiskinan turun sebesar 0,4% menjadi 10,9% pada kuartal pertama tahun 2016 (Sumber: Bank Dunia). Ini adalah penurunan tahunan terbesar dalam tiga tahun terakhir. Selain itu, penerimaan yang lebih tinggi dari program Amnesti Pajak juga membantu mengurangi risiko fiskal. Perbaikan manajemen fiskal telah membuat ekonomi Indonesia tetap bertahan kuat. Meskipun demikian, kedepannya risiko-risiko eksternal bagi ekonomi Indonesia akan tetap ada, termasuk pertumbuhan global yang belum stabil serta gejolak pasar keuangan.

 

Prospek Usaha

Perekonomian Indonesia di tahun 2016 relatif lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut diharapkan akan terus membaik sering dengan optimisme positif beberapa lembaga keuangan akan perekonomian Indonesia di tahun 2017. Salah satunya adalah Bank Dunia yang memproyeksikan di tahun 2017 Produk Domestik Bruto (PDB) akan tumbuh di angka 5,3% seiring dengan konsumsi domestik yang diperkirakan akan tetap kuat. Dengan demikian diharapkan tingkat kepercayaan konsumen akan semakin solid di tahun yang akan datang.

Selain itu, tumbuhnya jumlah angkatan kerja dan kelas menengah di Indonesia diharapkan bisa memperkuat konsumsi dalam negeri, termasuk pemakaian produk personal care dan kosmetik di masa yang akan datang. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada pertengahan 2016 jumlah angkatan kerja naik sebanyak 3,06 juta orang dibandingkan dengan tahun 2015 dimana hampir semua sektor mengalami kenaikan penyerapan tenaga kerja.

Kedepannya persaingan di Industri personal care dan kosmetik akan semakin ketat. Perseroan yakin dapat terus tumbuh berbekal pengalaman selama lebih dari 45 tahun hadir ditengah masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, Perseroan akan terus mengamati perkembangan pasar, menghadirkan produk-produk yang inovatif, berkualitas dan memiliki daya saing baik di pasar domestik maupun internasional.

Perseroan memiliki segmen usaha utama yaitu kosmetika. Informasi mengenai produk kosmetika yang digunakan untuk tujuan pelaporan manajemen dalam laporan keuangan terbagi menjadi produk perawatan rambut, perawatan kulit & rias, wangi-wangian, dan lain-lain.

Di tahun 2016, pertumbuhan penjualan terbesar dicatatkan oleh produk perawatan rambut yang tumbuh sebesar 17,3% dibanding tahun 2015 yaitu dari Rp 898.431 Juta menjadi Rp 1.054 miliar. Pertumbuhan terbesar kedua dicatatkan oleh produk wangi wangian yang tumbuh sebesar 12,2% yaitu dari Rp 564.333 Juta di tahun 2015 menjadi Rp 633.261 juta.

Aset

Pada akhir tahun 2016 jumlah aset tercatat sebesar Rp 2.185 miliar, meningkat 5,0% dari Rp 2.082 miliar pada akhir tahun 2015.

Liabilitas

Jumlah liabilitas pada akhir tahun 2016 adalah sebesar Rp 401.942 juta, meningkat 9,5% dari Rp 367.226 juta pada akhir tahun 2015.

Ekuitas

Pada akhir tahun 2016 jumlah ekuitas tercatat sebesar Rp 1.783 miliar, meningkat 4,0% dari Rp 1.715 miliar di tahun 2015.

Penjualan, Beban, Laba, Pendapatan Komprehensif Lain dan Total Laba Komprehensif

Penjualan tahun 2016 tercatat sebesar Rp 2.527 miliar, tumbuh 9,2% dibandingkan tahun 2015. Rasio beban pokok penjualan terhadap penjualan tercatat 61,1%, menurun dari 62,1% di tahun 2015. Di sisi lain, rasio laba bersih terhadap penjualan adalah sebesar 6,4%. Laba bersih tercatat sebesar Rp 162.060 juta, menurun 70,2% dibandingkan tahun 2015 karena di tahun 2015 terdapat laba sebagai hasil penjualan aset tanah dan bangunan di Sunter, Jakarta Utara. Pendapatan komprehensif lain diperoleh dari kerugian aktuarial atas kewajiban manfaat pasti dan laba/rugi nilai wajar aset keuangan tersedia untuk dijual. Dengan demikian, total laba komprehensif tahun 2016 tercatat sebesar Rp 150.724 juta dan laba per saham menjadi Rp 806/saham.

Arus Kas

Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi pada tahun buku 2016 tercatat sebesar Rp 264.194 juta, naik 118,7% dari Rp 120.782 juta di tahun buku 2015. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh penerimaan kas dari pelanggan, pendapatan bunga deposito dan penurunan beban umum dan lainnya. Kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi mengalami penurunan dari Rp 259.102 juta yang merupakan penerimaan di tahun 2015 menjadi Rp 98.913 juta yang merupakan pengeluaran di tahun 2016. Hal ini disebabkan oleh hasil penjualan aset tanah, bangunan kantor dan pabrik Perseroan di Sunter, Jakarta Utara di tahun 2015. Selain itu belanja modal turun dari Rp 137.956 juta pada tahun 2015 menjadi Rp 136.636 juta pada tahun 2016. Sementara arus kas dari aktivitas pendanaan mengalami penurunan dari Rp 260.074 juta di tahun 2015 menjadi Rp 82.435 juta di tahun 2016. Hal ini disebabkan oleh pembayaran utang bank di tahun 2015. Kas dan setara kas pada akhir tahun 2016 naik sebesar Rp 78.894 juta dibandingkan tahun 2015, dan saldo pada akhir tahun 2016 tercatat sebesar Rp 298.564 juta.

Kemampuan Membayar Utang & Tingkat Kolektabilitas Piutang

Kemampuan membayar utang dihitung melalui perhitungan rasio utang Debt to Equity Ratio dengan membagi jumlah liabilitas dengan jumlah ekuitas yaitu Rp 401.942 juta /Rp 1.783 miliar dan diperoleh angka rasio 22,5%. Hasil perhitungan menunjukan secara umum Perseroan mampu membayar utangnya 4,4 kali lipat atas ekuitas yang dimiliki oleh Perseroan. Rata-rata masa pembayaran utang di tahun 2016 adalah 20 hari.

Ikatan Material untuk Investasi Barang Modal

Tidak ada ikatan material untuk investasi barang modal di tahun 2016.

Investasi Barang Modal

Investasi barang modal di tahun 2016 dilakukan pada Mesin dan Peralatan, Bangunan dan Pengembangan, Kendaraan Bermotor dan yang lainnya.Tujuan investasi tersebut adalah untuk mendukung peningkatan kapasitas dan optimalisasi produksi.Nilai investasi barang modal selama tahun 2016 adalah sebesar Rp 136.636 juta.

Fakta Material yang Terjadi setelah Tanggal Laporan Akuntan

Tidak ada fakta material yang terjadi setelah tanggal laporan akuntan.

Penjualan Domestik

Pasar domestik di tahun 2016 menunjukkan pemulihan dibanding tahun 2015 walaupun prosesnya berjalan tidak secepat yang diharapkan. Pada tahun 2016 Perseroan meningkatkan fokus pada produk-produk fast moving yang cepat diserap oleh masyarakat. Hal ini dilakukan mulai dari perencanaan produksi, inventori, promosi, sampai distribusi untuk dapat meningkatkan ketersediaan produk-produk tersebut di pasar. Strategi ini terbukti dapat mendukung pencapaian penjualan domestik tahun 2016 yang tercatat sebesar Rp 1.876 miliaratau tumbuh sebesar 10,6% dibanding tahun sebelumnya.

Sementara itu dalam upaya memperluas jangkauan ketersediaan produk di pasar, sepanjang tahun 2016 Perseroan telah menambah 10 titik distribusi yang tersebar di seluruh area di Indonesia, khususnya Kawasan Indonesia Timur. Penambahan titik distribusi ini sangat diperlukan agar produk Perseroan tersedia di setiap daerah hingga tingkat kecamatan, sehingga konsumen akan dengan mudah mendapatkan produk-produk Perseroan. Dengan demikian total keseluruhan titik distribusi yang dimiliki Perseroan hingga akhir tahun 2016 sebanyak 142 titik distribusi.

 

Penjulan Internasional

Penjualan ekspor sepanjang tahun 2016 tercatat sebesar Rp 650.477jutaatau tumbuh 5,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut sebagian besar dikontribuskan oleh penjualan ke Mandom Corporation Japan yang tumbuh sebesar 37,7%, dan Mandom Korea Corporation sebesar 150,5% yang didukung oleh kinerja positif penjualan produk-produk unggulan seperti GATSBY Facial Wash, GATSBY NIES Wax dan Bifesta.

Pada tahun 2016 Perseroan mendapatkan sertifikasi ISO 9001:2015. Diharapkan dengan sertifikasi tersebut proses registrasi produk di negara-negara tujuan ekspor dapat berjalan dengan lebih baik dan memberikan kepercayaan yang lebih tinggi terhadap mutu produk yang dihasilkan oleh Perseroan. Adapun fokus penjualan internasional di tahun 2016 adalah memperlancar proses suplai produk-produk fast moving di masing-masing negara khususnya negara yang memiliki kantor perwakilan Mandom Group. Selain itu, untuk meningkatkan jumlah konsumen, kedepannya Perseroan akan memperkuat penjualan di negara-negara potensial yang diharapkan dapat memperbesar customer base produk-produk Perseroan.

 

PENGEMBANGAN PRODUK BARU

Perseroan senantiasa berupaya untuk menciptakan produk yang dapat memenuhi kebutuhan pasar dan konsumen yang dinamis. Adapun total produk baru yang telah diluncurkan Perseroan sepanjang tahun 2016 sebanyak 138 SKU.

Kebijakan dividen Perseroan setiap tahunnya ditinjau dan disesuaikan dengan kondisi keuangan dan rencana pengembangan Perseroan. Penentuan nilai dividen dilakukan dengan mempertimbangkan laba bersih, kondisi keuangan Perseroan, serta rencana investasi dan pengembangan yang akan dilakukan Perseroan. Kebijakan dividen Perseroan untuk dividen tahun buku 2016 adalah membagikan dividensebesar Rp 410 per saham dengan pay out ratio 50,9% dari laba bersih. Rasio ini lebih besar dibandingkan dengan rasio tahun 2015 yang sebesar 15,1% dari laba bersih.

Perseroan akan mengusulkan pembagian dividen sesuai kebijakan tersebut pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2016.

Nilai dividen selama 2 tahun terakhir:

TAHUN BUKU TANGGAL PEMBAYARAN DIVIDEN DIVIDEN PER SAHAM (RP) JUMLAH SAHAM YANG DIKELUARKAN NILAI DIVIDEN (RP JUTA) LABA BERSIH (RP JUTA) DIVIDEN TERHADAP LABA BERSIH SETELAH PAJAK (%)
 
2014 27 Mei 2015 390 201.066.667 78.416 175.829 *) 44,6 *)
2015 24 Mei 2016 410 201.066.667 82.437 544.474 15,1
2016 24 Mei 2017

410

201.066.667 82.437 162.060 50,9

*) Disajikan kembali/ As restated

Bagi Perseroan, tahun 2017 merupakan tahun pertama dari periode Rencana Manajemen Jangka Menengah 3-Tahun yang ke-5 (MID-5) yang akan berakhir pada tahun 2019. Adapun tema yang diusung pada MID-5 adalah Challenge, Change, Innovation (Countinuously Performing) dengan target pertumbuhan penjualan double digit setiap tahunnya. Untuk itu Perseroan akan berupaya mencapai target tersebut dengan memperkuat penjualan baik domestik maupun internasional melalui pengembangan produk baru, perluasan area distribusi, peningkatan produktivitas, dan identifikasi terhadap kategori bisnis baru yang dapat menunjang perkembangan Perseroan. Sementara itu, dari segi profitabilitas Perseroan akan mengupayakan perbaikan secara bertahap pada margin profitabilitas laba bruto maupun laba bersih setiap tahunnya.