Facebook Twitter In
Flag

MESSAGE FROM BOD

 

Perekonomian Indonesia

Perekonomian Indonesia di tahun 2015 mengalami tantangan yang cukup berat dimana pertumbuhan ekonomi melambat dibanding tahun-tahun sebelumnya hingga hanya mencatatkan angka pertumbuhan sebesar 4,79%, menurun dibanding 2014 sebesar 5,02% (data: Biro Pusat Statistik). Inflasi di tahun 2015 tercatat sebesar 3,35%, jauh lebih rendah dibanding nilai 2014 sebesar 8,36% (data: Biro Pusat Statistik). Sementara itu, indeks kepercayaan konsumen di kuartal IV tahun 2015 tercatat sebesar 103,5 lebih rendah dibanding kuartal IV tahun 2014 sebesar 119,1 (data: Bank Indonesia).

Melambatnya pertumbuhan ekonomi salah satunya dipengaruhi oleh tertahannya ekspor akibat permintaan global yang masih lemah dan terus menurunnya harga komoditas.Di kuartal IV tahun 2015 Pemerintah berusaha memberikan stimulus dengan mengeluarkan beberapa paket kebijakan ekonomi dan juga mempercepat realisasi investasi pemerintah. Hasilnya mulai terlihat namun belum secara signifikan memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi. Diharapkan di tahun 2016 Pemerintah akan melanjutkan realisasi investasi pemerintah sehingga dapat menggerakkan ekonomi nasional.

Prospek Usaha

Kondisi perekonomian Indonesia yang melambat di tahun 2015 turut memberikan efek pada industri kosmetik dimana pendapatan yang dapat dibelanjakan terindikasi menurun sehingga konsumsi rumah tangga ikut menurun dan baru mulai menunjukkan perbaikan di kuartal IV tahun lalu. Indeks kepercayaan konsumen relatif mulai membaik didukung perbaikan keyakinan konsumen akan kondisi ekonomi saat ini, terutama terhadap fundamental perekonomian nasional.

Dengan adanya realisasi investasi pemerintah, diharapkan ekonomi nasional di tahun 2016 akan bergerak lebih aktif sehingga daya beli masyarakat akan terus membaik. Tantangan ke depan adalah penerapan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang membuat produsen dalam negeri harus bisa melihat peluang dan kesempatan sambil terus meningkatkan daya saing produknya.

Di tengah banyaknya produk kosmetik impor yang masuk ke pasar Indonesia, Perseroan tetap yakin bahwa perusahaan kosmetik yang sudah lama beroperasi di pasar Indonesia akan bisa bertahan dengan bekal pengetahuan akan kondisi konsumen dan pasar. Namun demikian, Perseroan akan terus mengamati perkembangan pasar, meluncurkan produk-produk yang inovatif berkualitas, dan memberikan yang terbaik untuk  konsumen.

Perseroan memiliki segmen usaha utama yaitu kosmetika. Informasi mengenai produk kosmetika yang digunakan untuk tujuan pelaporan manajemen dalam laporan keuangan terbagi menjadi produk perawatan rambut, perawatan kulit & rias, wangi-wangian, dan lain-lain.

Di tahun 2015, pertumbuhan penjualan terbesar dicatatkan oleh produk perawatan rambut yang tumbuh sebesar 6,2% dibanding tahun sebelumnya yaitu dari Rp 846 miliar menjadi Rp 898 miliar. Pertumbuhan terbesar kedua dicatatkan oleh produk perawatan kulit & rias yang tumbuh sebesar 2,1% yaitu dari Rp 794 miliar di tahun 2014 menjadi Rp 811 miliar.

 

Aset

Aset lancar pada akhir tahun 2015 tercatat sebesar Rp 1.113 miliar, meningkat 27,3% dari Rp 874 miliar di tahun 2014.

Liabilitas

Pada akhir tahun 2015 liabilitas jangka pendek tercatat sebesar Rp 223 miliar, menurun 54,1% dari Rp 486 miliar di tahun 2014.

Ekuitas

Pada akhir tahun 2015 jumlah ekuitas tercatat sebesar Rp 1.715 miliar, meningkat 37,0% dari Rp 1.252 miliar di tahun 2014.

Penjualan, Beban, Laba, Pendapatan Komprehensif Lain dan Total Laba Komprehensif

Penjualan tahun 2015 tercatat sebesar Rp 2.315 miliar, tumbuh 0,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Rasio beban pokok penjualan terhadap penjualan tercatat 62,1%, meningkat dari 61,1% di tahun 2014. Di sisi lain, rasio laba bersih terhadap penjualan adalah sebesar 23,5%. Laba bersih tercatat sebesar Rp 544 miliar, tumbuh 209,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Pendapatan komprehensif lain diperoleh dari kerugian aktuarial atas kewajiban manfaat pasti, penyesuaian reklasifikasi berkaitan asset-keuangan tersedia-untuk-dijual yang dijual pada tahun berjalan dan laba/rugi nilai wajar asset keuangan tersedia untuk dijual.Dengan demikian, total laba komprehensif tahun 2015 tercatat sebesar Rp 541 miliar dan laba per saham menjadi Rp 2.708/saham.

Arus Kas

Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi pada tahun buku 2015 tercatat sebesar Rp 121 miliar, turun 2,2% dari Rp 124 miliar di tahun buku 2014. Penurunan ini terutama disebabkan oleh kenaikan beban karyawan, beban umum dan lainnya.

Kemampuan Membayar Utang & Tingkat Kolektabilitas Piutang

Rata-rata masa pembayaran utang di tahun 2015 adalah 20 hari, sedangkan tingkat rata-rata kolektabilitas piutang Perseroan adalah 68 hari.

Penjualan Domestik

Tahun 2015 merupakan tahun yang cukup berat bagi Perseroan. Perekonomian nasional yang kurang stabil berdampak pada indeks kepercayaan konsumen yang kian melemah. Sementara itu, musibah kebakaran yang terjadi pada bulan Juli 2015 lalu juga berdampak pada proses produksi yang terpaksa harus dihentikan beberapa hari dan membuat persediaan produk Perseroan di pasar menjadi terbatas. Namun demikian, ditengah berbagai tantangan yang dihadapi, Perseroan berhasil mencatatkan penjualan domestik sebesar Rp 1.697 miliar atau tumbuh 5,6 % dibandingkan tahun sebelumnya..

 Di masa yang akan datang, Perseroan akan terus memperluas jangkauan distribusi produk-produk Perseroan dengan menambah titik distribusi. Penambahan titik distribusi akan difokuskan di Kawasan Indonesia Timur seiring dengan masih potensialnya pasar di area tersebut. Sementara itu dalam upaya mengejar ketertinggalan akibat berbagai kendala yang dihadapi di tahun lalu, di tahun 2016 Perseroan akan berkonsentrasi pada produk-produk fast moving sehingga produk yang dikeluarkan dapat dengan cepat diserap oleh pasar.

 

Penjualan Internasional

Penjualan ekspor sepanjang tahun 2015 tercatat sebesar Rp 618 miliar atau turun 12,0% dibandingkan tahun sebelumnya. Peristiwa kebakaran yang terjadi di area produksi aerosol Perseroan pada bulan Juli lalu cukup berdampak signifikan pada kinerja penjualan ekspor Perseroan. Maka dari itu, dalam menghadapi berbagai kendala di tahun 2015 beberapa upaya terus dilakukan untuk mempertahankan kinerja penjualan ekspor, salah satunya dengan memperkuat penjualan produk non-aerosol di beberapa negara. Upaya tersebut dibuktikan dengan tumbuhnya beberapa pasar ekspor seperti Malaysia yang tumbuh 25,0%, Thailand tumbuh 40,0%, dan Singapura tumbuh 33,0%. Beberapa produk yang di ekspor ke negara tersebut antara lain PIXY Two Way Cake, GATSBY Hairstyling, Bifesta dan produk lainnya.

Sementara itu, sehubungan dengan terjadinya kebakaran yang terjadi di area aerosol, kinerja penjualan produk aerosol yang berkontribusi 17,0% terhadap total penjualan ekspor berdampak pada penjualan ekspor secara keseluruhan. Untuk itu, dalam upaya memenuhi kebutuhan pasar atas produk yang mengandung aerosol, saat ini Perseroan telah menjalin kerjasama dengan Perusahaan OEM (Original Equipment Manufacturer) di dalam dan luar negeri.

Perseroan menyadari banyak tantangan yang akan dihadapi di masa yang akan datang, untuk itu berbagai strategi telah disiapkan Perseroan di tahun 2016, diantaranya dengan memperkuat supplai produk-produk no.1 di setiap negara dan melakukan ekspansi produk dengan memasarkan produk-produk yang diterima baik di pasar domestik, untuk dijual di pasar ekspor. Dengan upaya tersebut diharapkan Perseroan dapat mencapai target yang telah ditetapkan secara efektif dan Perseroan dapat mewujudkan upaya mencapai the Real Global Company.

 

PENGEMBANGAN PRODUK BARU

Perseroan senantiasa berupaya menghadirkan produk yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen.

Total produk baru, renewal maupun replace yang telah diluncurkan Perseroan sepanjang tahun 2015 sebanyak 220 SKU.

 

Kebijakan dividen Perseroan setiap tahunnya ditinjau dan disesuaikan dengan kondisi keuangan dan rencana pengembangan Perseroan. Penentuan nilai dividen dilakukan dengan mempertimbangkan laba bersih, kondisi keuangan Perseroan, serta rencana investasi dan pengembangan yang akan dilakukan Perseroan. Kebijakan dividen Perseroan untuk dividen tahun buku 2015 adalah membagikan dividensebesar Rp 410 per saham dengan pay out ratio 15,0% dari laba bersih. Rasio ini jauh lebih kecil dibanding tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan pada tahun 2015 Perseroan mencatatkan laba dari hasil penjualan tanah, bangunan kantor dan pabrik di Sunter, Jakarta Utara. Perseroan akan mengusulkan pembagian dividen sesuai kebijakan tersebut pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2015.

Nilai dividen selama 2 tahun terakhir:

TAHUN BUKU TANGGAL PEMBAYARAN DIVIDEN DIVIDEN PER SAHAM (RP) JUMLAH SAHAM YANG DIKELUARKAN NILAI DIVIDEN (RP JUTA) LABA BERSIH (RP JUTA) DIVIDEN TERHADAP LABA BERSIH SETELAH PAJAK (%)
 
2013 5 Juni 2014 370 201.066.667 74.395 160.148 46,5
2014 27 Mei 2015 390 201.066.667 78.416 174.314 45,0 
2015 24 Mei 2016

410

(rencana/planned)

201.066.667 82.437 544.474 15,1

Tahun 2015 adalah tahun yang cukup berat bagi Perseroan. Untuk itu, tahun 2016 ditetapkan oleh Perseroan sebagai tahun dimana Perseroan akan melakukan pemulihan untuk bisa bangkit dan kembali meraih target-target Perseroan. Tahun 2015 adalah tahun kedua dari periode Rencana Manajemen Jangka Menengah 3-Tahun yang ke-4 (MID-4) dan akan berakhir di tahun 2016. Tema selama periode MID-4 ini adalah “Mewujudkan The Real Global Company” dimana target penjualan ditetapkan sebesar Rp 3 triliun pada akhir penutupan MID-4 di tahun 2016. Namun demikian, rencana ini harus mundur ke tahun 2017 karena di tahun 2016 Perseroan akan fokus pada usaha pemulihan dan pembenahan untuk bisa mencapai target besar tersebut di tahun 2017. Untuk mencapainya, Perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan double digit setiap tahunnya sementara laba bersih akan terus dipertahankan untuk tumbuh dibanding tahun sebelumnya.

Di masa yang akan datang, Perseroan akan senantiasa meningkatkan produktivitas, mengembangkan produk baru, menekan biaya produksi, menambah aktivitas kegiatan iklan dan promosi, memperluas area distribusi baik domestik maupun ekspor, meningkatkan skill personel, serta kualitas dan sistem produksi.